Membuat Sendiri Monitoring Laju Detak Jantung (Bagian 3)

download (1)Sebelumnya kita telah berhasil menampilkan hasil pengamatan detak jantung pada serial monitor di komputer. Nah, pada tutorial kali ini kita akan membuat aplikasi desktop client tersendiri yang menampilkan grafik animatif dari data yang telah dikirimkan via serial  pada arduino.

Disini saya mengasumsikan anda telah membaca kedua tutorial saya sebelumnya. Jika anda belum membacanya, silahkan anda baca terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tulisan saya ini.

Continue Reading →

Membuat Sendiri Monitoring Laju Detak Jantung (Bagian 1)

download (1)

Ketika kita usai berolahraga, detak jantung pun akan terasa lebih cepat berdetak, berbeda dengan saat kita sedang bersantai. Bagaiaman mengukur detak jantung? Cara yang paling sederhana adalah dengan mengecek denyut nadi. yakni menempatkan telunjuk dan jari tengah di sisi leher bagian samping tenggorokan. Alternatif lain menggunakan aplikasi monitoring detak jantung yang akan kita buat sendiri dalam tutorial kita kali ini .

Ini adalah posting bagian pertama dari seri tulisan perancangan project aplikasi Monitoring Laju Detak Jantung. Project ini terdiri dari sebuah sensor pengukur detak jantung, yang mengubah fenomena fisis menjadi data yang dapat diakuisi oleh arduino atau raspberry pi, lalu dikirimkan via serial pada komputer untuk ditampilkan dalam sebuah grafik.

Berikut adalah hasil eksperimen saya dengan Monitoring laju detak jantung

Continue Reading →

Unduh Buku : Programming Your Home

pyh.jpg

Dalam buku Programming Your Home, seorang technology enthusiast Mike Riley akan menggiring anda kepada bermacam – macam project otomasi yang bisa diterapkan di rumah anda, mulai dari aplikasi telepon yang memberikan peringatan akan ada kiriman yang diterima di pintu depan, hingga anjing penjaga elektronik yang mencegah tamu tidak diundang masuk kedalam rumah anda. Selain itu ada juga project tentang bagaimana anda bisa Membuka dan mengunci pintu kamar/rumah menggunakan smartphone dan banyak lagi project lain yang bisa dijadikan inspirasi Tugas Akhir, Skripsi ataupun penelitian anda.

Continue Reading →

Project : Rancang Bangun Sistem Kunci Pengaman Ruang Menggunakan Barcode Code 39.

Berikut saya posting sumbangan dari Agung Kurniawan tentang Tugas Akhirnya setahun yang lalu. Semoga bisa dijadikan inspirasi bagi yang ingin mengerjakan Skripsi/Tugas Akhir. 🙂

Intisari

Sistem pengaman ruang menggunakan barcode code 39 adalah suatu sistem keamanan pada ruangan dengan kartu berbasis barcode code 39 sebagai kunci pembukanya disertai dengan password. Terdapat 3 karakter dalam kode kartu barcode tersebut, dan juga menggunakan 6 digit kode sebagai password. Barcode reader sebagai pembaca kode karakter barcode code 39 menggunakan sensor Hamamatsu photoreflector P5587. Sedangkan untuk perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman C AVR yang dimasukkan ke dalam mikorkontroler ATMega8535. Sistem kerja alat ini adalah dengan menggesekkan kartu barcode dan memasukkan pin password, kemudian pintu kunci akan terbuka jika keduanya benar. Karena menerapkan metode penggesekan kartu, maka diperlukan kecepatan yang stabil dalam penggesekkannya, dan setelah dilakukan pengujian, kecepatan maksimum yang dapat digunakan hingga sensor dapat membaca karakter barcode code 39 dengan benar adalah sebesar 1,50 10-4 m/s.

Continue Reading →

Tongkat Ultrasonik Penyandang Tunanetra

Dahulu para penyandang tunanetra sangat sulit  melalukan berbagai aktifitas sehari-sehari dikarenakan keterbatasan penglihatan mereka,   sehingga mereka sulit untuk melakukan sesuatu sebagaimana halnya orang normal,  berjalan ke suatu tempat dengan jarak tempuh yang agak jauh misalnya.

Pada saat yang sama, kelelawar yang biasa terbang dalam kegelapan, tidak mengalami tabrakan dengan benda-benda lain. Setelah diselidiki ternyata kelelawar memancarkan gelombang ultrasonik, gelombang suara tersebut dipancarkan dan kemudian gelombang pantulnya ditangkap kembali oleh alat pengindera alami kelelawar. Inilah sebab mengapa kelelawar dapat mengetahui dimana mereka berada.

Perangkat ekolokasi pada kelelawar ini memberi ilham kepada enam mahasiswa Elins 2007 – yang terdiri Dumairi, Dida Nurlika, Fahmi Faishal, Raden Panggih BS, Stephanie CW, Syah Jehan dan Tedy Tri Saputro sebagai koordinator tim –  untuk merancang alat bantu elektronik bagi para penyandang tunanetra. Meski tampak seperti tongkat biasa yang umum dipakai tunanetra, namun alat ini dapat memberikan indikasi suara yang bersesuaian dengan jarak yang dilalui sinyal ultrasonik. Alat ini kemudian dinamakan Tongkat Ultrasonik

Continue Reading →