Membuat Sendiri Monitoring Laju Detak Jantung (Bagian 2)

download (1)Pada tutorial sebelumnya, kita telah mengenal prinsip kerja sensor yang akan digunakan. Pada tutorial kali ini kita akan menghubungkan sensor detak jantung tersebut pada arduino dan menampilkannya via komunikasi serial.

Program

Untuk membaca data dari sensor. Silahkan download program di link ini . Copy – paste hasil unduhan tersebut pada direktori sketchbook Arduino anda, kemudian unzip.  Setelah itu, jalankan Arduino IDE, buka project melalui menu File > Sketchbook lalu pilih project PulseSensor_Arduino-Master >  PulseSensorAmped_Arduino_1dot4.ino

Continue Reading →

Membuat Sendiri Monitoring Laju Detak Jantung (Bagian 1)

download (1)

Ketika kita usai berolahraga, detak jantung pun akan terasa lebih cepat berdetak, berbeda dengan saat kita sedang bersantai. Bagaiaman mengukur detak jantung? Cara yang paling sederhana adalah dengan mengecek denyut nadi. yakni menempatkan telunjuk dan jari tengah di sisi leher bagian samping tenggorokan. Alternatif lain menggunakan aplikasi monitoring detak jantung yang akan kita buat sendiri dalam tutorial kita kali ini .

Ini adalah posting bagian pertama dari seri tulisan perancangan project aplikasi Monitoring Laju Detak Jantung. Project ini terdiri dari sebuah sensor pengukur detak jantung, yang mengubah fenomena fisis menjadi data yang dapat diakuisi oleh arduino atau raspberry pi, lalu dikirimkan via serial pada komputer untuk ditampilkan dalam sebuah grafik.

Berikut adalah hasil eksperimen saya dengan Monitoring laju detak jantung

Continue Reading →

Passive Infrared Sensor (Bagian 1)

pirsensor_t

Apakah yang dimaksud dengan sensor PIR?

Sensor PIR memungkinkan anda untuk mengindera suatu gerak, biasanya digunakan untuk mendeteksi apakah manusia telah berpindah kedalam atau keluar dari jangkauan sensor. PIR bentuknya kecil, murah, konsumsi daya rendah, mudah digunakan dan tahan lama. Karena alasan itulah, PIR biasanya ditemukan dalam peralatan dan gadget yang digunakan di rumah atau gedung perkantoram. PIR sering disebut  sebagai, “Passive Infrared”, “sensor piroelektrik”, atau sensor gerak IR”.
Continue Reading →

Sensor Ultrasonik SRF 04 (1)

Gambar 2.15

SRF04 adalah sensor non-kontak pengukur jarak menggunakan ultrasonik. Prinsip kerja sensor ini adalah transmitter mengirimkan seberkas gelombang ultrasonik yang memiliki kecepatan v, lalu diukur waktuyang dibutuhkan hingga datangnya pantulan dari obyek (t). Lamanya waktu ini sebanding dengan dua kali jarak sensor dengan obyek (R), sehingga jarak sensor dengan obyek dapat ditentukan dalam persamaan (2.19).

R = v x t/2                     (2.19)

SRF04 dapat mengukur jarak dalam rentang antara 3 cm – 3 m dengan output panjang pulsa yang sebanding dengan jarak obyek.

Continue Reading →

Merakit dan Memprogram Sensor Warna

Setelah tulisan saya yang lalu yang membahas tentang konsep dasar sensor warna, sekarang akan dibahas mengenai bagaimana merakit sendiri dan memprogram sebuah sensor warna sederhana. Untuk mendeteksi dari sejumlah warna. Yang dibutuhkan hanyalah satu LED dan satu sensor seperti sensor detektor pemancar inframerah , dapat dilihat pada gambar LED bening dan LED hitam (yang sebenarnya adalah phototransistor).

Jika diinginkan digunakan photoresistor seperti pada gambar maka digunakan LED hijau dengan photoresistor yang diberi pelindung solasi hitam.

Continue Reading →

Konsep Sensor Warna – 1

Di KRCI 2010 khususnya pada Divisi Senior Battle Expert dipertandingkan robot pemain bola, dimana terdapat 4 robot dalam satu lapangan dengan 2 robot tiap timnya. Robot tersebut harus mengambil 2 bola tenis dan beberapa bola ping – pong dan kemudian memasukkannya kedalam gawang. Dibandingkan dengan divisi lainnya dalam KRCI , divisi ini paling sedikit peminatnya – mungkin karena baru diperkenalkan dalam KRCI 2010 ini, sehingga banyak perguruan tinggi yang tidak mengambil divisi ini.

Lapangan KRCI 2010 expert battle

Lapangan KRCI 2010 expert battle

Ada banyak strategi yang diterapkan untuk mengambil bola, mulai dari menggunakan kamera yang cenderung sangat sulit (karena harus melibatkan algoritma pengolahan citra) atau yang paling gampang dengan menghampiri posisi bola dengan menggunakan kompas digital – yang sudah pasti akan gagal jika kemudian bola tersenggol dan bergerak.

Continue Reading →