Mendrive Banyak Motor Servo dengan PCA9685

9d19310763171b0d958d23a18b3d7e1c_400x400Ketika kita ingin membangun robot berkaki yang memiliki banyak motor servo tentu kita kebingungan bagaimana caranya mengendalikan sekian banyak motor servo yang ada, dengan sejumlah terbatas port PWM yang dimiliki sebuah mikrokontroler. Lalu bagaimana solusinya? Salah satu solusinya kita bisa manfaatkan modul PCA9685 yang memiliki fitur 16 kanal PWM dengan hanya menggunakan 2 pin  port i2c/twi. Tidak hanya itu, jika 16 kanal PWM masih dinilai kurang, kita masih bisa menggandakan jumlah kanal PWM dengan mengekspansi modul PCA9685 hingga 62 modul (atau setara dengan 992 kanal PWM). Semua hanya dengan masukan 2 pin!!  Berikut penampakan dari modul PCA9685 tersebut

Continue Reading →

H- Bridge (Bagian 2)

Oke, saya lanjutkan tulisan ini. Jadi yang belum membaca tulisan saya sebelumnya silahkan baca di sini

Jadi untuk mengoperasikan sebuah MOSFET, anda harus menerapkan tegangan dari mikrokontroler pada gate. Sehingga arus elektron dapat melewati dua kaki yang lain, menghubungkan motor (M) dalam jalur dengan satu kakinya, sehingga robot anda bisa bergerak. Pada skematik di tulisan saya sebelumnya, kita telah menandai A dan B. Itu adalah dua jalur kendali yang kita bisa terapkan tegangan logic padanya. Karena mempunya dua kaki dan hanya mengenali tegangan biner 1 dan 0 . Maka akan ada empat hal yang mungkin terjadi

A=0 B=0 : Tidak terjadi apa – apa, motor mati
A=1 B=0 : Motor berputar searah jarum jam
A=0 B=1 : Motor berputar berlawanan arah jarum jam
A=1 B=1 : Rangkaian akan memercikan bunga api

Berikut adalah penjelasan dari diagram logika H- bridge:

H-Bridge A

Continue Reading →

H Bridge (Bagian 1)

H-Bridge adalah penghubung antara rangkaian digital dan aksi mekanis. Komputer (Bisa jadi mikrokontroler) mengirim perintah biner, untuk menjalankan sebuah aktuator berdaya tinggi. Sering H Bridge digunakan untuk mengendalikan arah rotasi dari motor DC. Dan jika anda tidak ingin membeli motor driver berharga mahal, maka anda membutuhkan H-Bridge untuk mengendalikan robot dengan sebuah motornya

Continue Reading →

Menggunakan Transistor Sebagai Switch (Bagian 1)

Sebagian besar mikrokontroler bekerja pada lingkungan 5 volt dengan port I/O yang hanya bisa menangani arus hingga 20mA. Sehingga jika kita ingin menghubungkan port I/O mikrokontroler dengan rangkaian yang memiliki tingkat tegangan yang berbeda atau men-drive perangkat yang menarik arus lebih dari 20mA, maka kita memerlukan apa yang disebut sebuah rangkaian antarmuka. Satu metode antarmuka yang populer digunakan adalah Bipolar Junction Transistor (BJT) atau kita bisa memanggilnya dengan sebutan ‘Transistor’ pada tutorial ini. Saya harus menjelaskan agar kalian lebih mengerti pada BJT adalah jenis yang berbeda dengan keluarga transistor yang lain semisal FET (Field Effect Transistor), MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET), VMOS (Vertikal MOSFET) dan UJT (Uni Junction Transistor)

Transistor dan Switch

Transistor sebenarnya bekerja layaknya pemerkuat arus. Semua arus yang mengalir pada terminal basis akan dikalikan terhadap faktor gain dari transistor, yang kemudian dinotasikan  hFE.  Karena sifatnya itulah, transistor bisa digunakan sebagai amplifier, semua sinyal kecil (arus yang sangat kecil) yang dialirkan pada terminal basis akan dikalikan oleh faktor  hFE yang sama dengan  arus kolektor pada sisi terminal kolektor

Continue Reading →

Antarmuka Kanal Serial RS-232 (PC to PC)

Latar Belakang

Antarmuka Kanal serial lebih kompleks/sulit dibandingkan dengan antarmuka melalui kanal paralel , hal ini discbabkan karcna:

1. Dari Segi perangkat keras: adanya proses konversi data pararel menjadi serial atau sebaliknya menggunakan piranti tambahan yang disebut UART (Universal Asynchronous Receiver/Transmitter); dan

2. Dari Segi perangkat lunak: lebih banyak register yang digunakan atau terlibat;

Continue Reading →

In System Programming pada AVR

Tiap pabrikan mikrokontroler memiliki metode yang berbeda untuk memasukan kode – kode program kedalam memori flash di dalam mikrokontroler. Beberapa tahun yang lalu diperkenalkan dengan istilah ISP atau In system programming. ISP memungkinkan anda untuk memprogram IC tanpa harus memutus mikrokontroler dari aplikasinya. Ini tidak sepele. ATMEL telah merancang metode langsung memprogram mikrokontroler dengan hanya hanya memerlukan  6 pin pada mikrokontroler . Karena antarmuka yang sederhana ini, perangkat keras programmer (atau dikenal juga dengan istilah downloader) diperlukan untuk menghubungkan komputer yang anda punya ke antarmuka ISP ini secara langsung. Telah saya bahas bagaimana membuatnya dalam tutorial saya sebelumnya.

Continue Reading →