Menurunkan Tegangan 5 volt menjadi 3.3 volt

Beberapa tahun lalu saya pernah membahas tentang trik cara menurunkan tegangan dari 5 volt menjadi 3 volt dengan menggunakan prinsip pembagi tegangan dan juga dioda zener. Memang beberapa tahun yang lalu jarang dibutuhkan tegangan yang memiliki kisaran 3 volt, karena biasanya tegangan yang diperlukan untuk mikrokontroler atau perangkat elektronika lain biasanya berkisar  5 volt, 9 volt atau 12 volt.

Namun akhir – akhir ini seiring berkembangnya dunia elektronika dan semakin kecilnya ukuran transistor-transistor yang menyebabkan kebutuhan terhadap tegangan  yang semakin rendah, maka terdapat standar baru dalam dunia elektronika yaitu 3.3 volt yang merupakan standar JEDEC (Joint Electron Device Engineering Council). Salah satunya digunakan sebagai logika tegangan standar pada komputer mini raspberry pi, dan juga beberapa mikrokontroler yang ditenagai oleh prosesor ARM.

Continue Reading →

Kapasitor, Apa itu? – Bagian 1

watermarked-aluminum_electrolytic_capacitorKita seringkali terlibat dengan satu komponen ini. Kapasitor adalah salah satu komponen dasar elektronika yang cukup penting dalam rangkaian elektronika kita. Salah satu penggunaannya adalah pada rangkaian regulator tegangan, untuk memperhalus ripple pada tegangan DC.

Jika kita lihat dari satu sisi, kapasitor memiliki kemiripan dengan batere, meskipun keduanya bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda. Kapasitor dan baterei keduanya sama – sama menyimpan energi listrik. Sama-sama memiliki dua terminal, positif dan negatif. Di dalam batere terdapat reaksi kimia yang menghasilkan elektron di satu terminal dan menyerap elektron di terminal yang lain. Sedangkan kapasitor memiliki prinsip kerja yang  lebih sederhana daripada batere, dia tidak menghasilkan elektron baru, namun hanya menyimpannya.

Continue Reading →

Menggunakan Transistor Sebagai Switch (Bagian 1)

Sebagian besar mikrokontroler bekerja pada lingkungan 5 volt dengan port I/O yang hanya bisa menangani arus hingga 20mA. Sehingga jika kita ingin menghubungkan port I/O mikrokontroler dengan rangkaian yang memiliki tingkat tegangan yang berbeda atau men-drive perangkat yang menarik arus lebih dari 20mA, maka kita memerlukan apa yang disebut sebuah rangkaian antarmuka. Satu metode antarmuka yang populer digunakan adalah Bipolar Junction Transistor (BJT) atau kita bisa memanggilnya dengan sebutan ‘Transistor’ pada tutorial ini. Saya harus menjelaskan agar kalian lebih mengerti pada BJT adalah jenis yang berbeda dengan keluarga transistor yang lain semisal FET (Field Effect Transistor), MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET), VMOS (Vertikal MOSFET) dan UJT (Uni Junction Transistor)

Transistor dan Switch

Transistor sebenarnya bekerja layaknya pemerkuat arus. Semua arus yang mengalir pada terminal basis akan dikalikan terhadap faktor gain dari transistor, yang kemudian dinotasikan  hFE.  Karena sifatnya itulah, transistor bisa digunakan sebagai amplifier, semua sinyal kecil (arus yang sangat kecil) yang dialirkan pada terminal basis akan dikalikan oleh faktor  hFE yang sama dengan  arus kolektor pada sisi terminal kolektor

Continue Reading →

Dioda Zener (Bagian 2)

Dioda zener, seperti namanya, adalah dioda semikonduktor yang diproduksi untuk memiliki reverse breakdown cukup tinggi, yang kemudian kita sebut dengan “tegangan zener”, dan dioda zener dirancang untuk dapat beroperasi terus menerus dalam kondisi breakdown ini. Umumnya dioda zener yang tersedia, memiliki tegangan breakdown (tegangan zener) diantara 1,8 hingga 200V

Continue Reading →

Dioda Zener (Bagian 1)

Dioda zener adalah jenis yang istimewa dari dioda semikonduktor, dioda pada umumnya hanya melewatkan arus mengalir  satu arah saja- Dioda zener memiliki perilaku yang sama, namun ketika mendapat tegangan tertentu, dioda zener bisa melewatkan arus pada arah yang berlawanan. Kedengaran agak aneh ya? Ya, aneh ngga aneh. Namun bagaimanapun dioda zener adalah komponen elektronika yang sering  berserakan di meja kita ataupun di laboratorium elektronika. Karena memang zener  menyediakan solusi yang luar biasa untuk sejumlah keperluan umum dalam rancangan rangkaian elektronika

Continue Reading →

Menurunkan Tegangan 5 volt menjadi 3 volt

Dalam posting kali ini, saya ingin menjawab pertanyaan dari saudara Arso dalam blog  Belajar Elektronika Yuk tentang bagaimana cara menurunkan tegangan 5 Volt (semisal dari USB) menjadi tegangan semisal 3 volt.

Untuk menurunkan tegangan dari 5 volt menjadi 3 volt bisa digunakan metode voltage divider atau pembagi tegangan sebagai berikut

Continue Reading →