Menurunkan Tegangan 5 volt menjadi 3.3 volt

Beberapa tahun lalu saya pernah membahas tentang trik cara menurunkan tegangan dari 5 volt menjadi 3 volt dengan menggunakan prinsip pembagi tegangan dan juga dioda zener. Memang beberapa tahun yang lalu jarang dibutuhkan tegangan yang memiliki kisaran 3 volt, karena biasanya tegangan yang diperlukan untuk mikrokontroler atau perangkat elektronika lain biasanya berkisar  5 volt, 9 volt atau 12 volt.

Namun akhir – akhir ini seiring berkembangnya dunia elektronika dan semakin kecilnya ukuran transistor-transistor yang menyebabkan kebutuhan terhadap tegangan  yang semakin rendah, maka terdapat standar baru dalam dunia elektronika yaitu 3.3 volt yang merupakan standar JEDEC (Joint Electron Device Engineering Council). Salah satunya digunakan sebagai logika tegangan standar pada komputer mini raspberry pi, dan juga beberapa mikrokontroler yang ditenagai oleh prosesor ARM.

Continue Reading →

Mendrive Banyak Motor Servo dengan PCA9685

9d19310763171b0d958d23a18b3d7e1c_400x400Ketika kita ingin membangun robot berkaki yang memiliki banyak motor servo tentu kita kebingungan bagaimana caranya mengendalikan sekian banyak motor servo yang ada, dengan sejumlah terbatas port PWM yang dimiliki sebuah mikrokontroler. Lalu bagaimana solusinya? Salah satu solusinya kita bisa manfaatkan modul PCA9685 yang memiliki fitur 16 kanal PWM dengan hanya menggunakan 2 pin  port i2c/twi. Tidak hanya itu, jika 16 kanal PWM masih dinilai kurang, kita masih bisa menggandakan jumlah kanal PWM dengan mengekspansi modul PCA9685 hingga 62 modul (atau setara dengan 992 kanal PWM). Semua hanya dengan masukan 2 pin!!  Berikut penampakan dari modul PCA9685 tersebut

Continue Reading →

Membuat Sendiri Monitoring Laju Detak Jantung (Bagian 2)

download (1)Pada tutorial sebelumnya, kita telah mengenal prinsip kerja sensor yang akan digunakan. Pada tutorial kali ini kita akan menghubungkan sensor detak jantung tersebut pada arduino dan menampilkannya via komunikasi serial.

Program

Untuk membaca data dari sensor. Silahkan download program di link ini . Copy – paste hasil unduhan tersebut pada direktori sketchbook Arduino anda, kemudian unzip.  Setelah itu, jalankan Arduino IDE, buka project melalui menu File > Sketchbook lalu pilih project PulseSensor_Arduino-Master >  PulseSensorAmped_Arduino_1dot4.ino

Continue Reading →

Membuat Sendiri Monitoring Laju Detak Jantung (Bagian 1)

download (1)

Ketika kita usai berolahraga, detak jantung pun akan terasa lebih cepat berdetak, berbeda dengan saat kita sedang bersantai. Bagaiaman mengukur detak jantung? Cara yang paling sederhana adalah dengan mengecek denyut nadi. yakni menempatkan telunjuk dan jari tengah di sisi leher bagian samping tenggorokan. Alternatif lain menggunakan aplikasi monitoring detak jantung yang akan kita buat sendiri dalam tutorial kita kali ini .

Ini adalah posting bagian pertama dari seri tulisan perancangan project aplikasi Monitoring Laju Detak Jantung. Project ini terdiri dari sebuah sensor pengukur detak jantung, yang mengubah fenomena fisis menjadi data yang dapat diakuisi oleh arduino atau raspberry pi, lalu dikirimkan via serial pada komputer untuk ditampilkan dalam sebuah grafik.

Berikut adalah hasil eksperimen saya dengan Monitoring laju detak jantung

Continue Reading →

Kapasitor, Apa itu? – Bagian 1

watermarked-aluminum_electrolytic_capacitorKita seringkali terlibat dengan satu komponen ini. Kapasitor adalah salah satu komponen dasar elektronika yang cukup penting dalam rangkaian elektronika kita. Salah satu penggunaannya adalah pada rangkaian regulator tegangan, untuk memperhalus ripple pada tegangan DC.

Jika kita lihat dari satu sisi, kapasitor memiliki kemiripan dengan batere, meskipun keduanya bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda. Kapasitor dan baterei keduanya sama – sama menyimpan energi listrik. Sama-sama memiliki dua terminal, positif dan negatif. Di dalam batere terdapat reaksi kimia yang menghasilkan elektron di satu terminal dan menyerap elektron di terminal yang lain. Sedangkan kapasitor memiliki prinsip kerja yang  lebih sederhana daripada batere, dia tidak menghasilkan elektron baru, namun hanya menyimpannya.

Continue Reading →

H- Bridge (Bagian 2)

Oke, saya lanjutkan tulisan ini. Jadi yang belum membaca tulisan saya sebelumnya silahkan baca di sini

Jadi untuk mengoperasikan sebuah MOSFET, anda harus menerapkan tegangan dari mikrokontroler pada gate. Sehingga arus elektron dapat melewati dua kaki yang lain, menghubungkan motor (M) dalam jalur dengan satu kakinya, sehingga robot anda bisa bergerak. Pada skematik di tulisan saya sebelumnya, kita telah menandai A dan B. Itu adalah dua jalur kendali yang kita bisa terapkan tegangan logic padanya. Karena mempunya dua kaki dan hanya mengenali tegangan biner 1 dan 0 . Maka akan ada empat hal yang mungkin terjadi

A=0 B=0 : Tidak terjadi apa – apa, motor mati
A=1 B=0 : Motor berputar searah jarum jam
A=0 B=1 : Motor berputar berlawanan arah jarum jam
A=1 B=1 : Rangkaian akan memercikan bunga api

Berikut adalah penjelasan dari diagram logika H- bridge:

H-Bridge A

Continue Reading →

H Bridge (Bagian 1)

H-Bridge adalah penghubung antara rangkaian digital dan aksi mekanis. Komputer (Bisa jadi mikrokontroler) mengirim perintah biner, untuk menjalankan sebuah aktuator berdaya tinggi. Sering H Bridge digunakan untuk mengendalikan arah rotasi dari motor DC. Dan jika anda tidak ingin membeli motor driver berharga mahal, maka anda membutuhkan H-Bridge untuk mengendalikan robot dengan sebuah motornya

Continue Reading →