Tutorial STM32 – 6 : Arsitektur ARM

stm1-520x190embeddednesia memang sengaja membuat pengantar tentang arsitektur prosesor ARM ini di pertengahan seri tulisan saya, meskipun di banyak literatur kita akan menjumpai tentang pembahasan arsitektur suatu perangkat  di bagian awal.  Hal ini karena embeddednesia tidak ingin terlalu membebani dengan banyak teori yang njelimet yang membuat banyak pemula patah di tengah jalan.

Kebanyakan orang, termasuk penulis,  ingin selalu cepat – cepat melakukan hands-on alias praktek langsung sebelum kemudian akhirnya tertarik untuk mempelajari lebih dalam. Maka, setelah pembaca mempraktekkan tutorial ini dan berhasil sampai menyalakan LED berkedip – kedip, maka kini saatnya embeddednesia mulai memperkenalkan  sedikit latarbelakang  tentang arsitektur ARM 32 bit yang dimiliki oleh STM32

Continue Reading →

Pemrograman Mikrokontroler dengan Atmel Studio 6.2

watermarked-atmel1Terus terang sudah lama saya tidak bermain dengan mikrokontroler, namun baru – baru ini saya mulai tertarik kembali mempelajari IC yang sudah saya lama tinggal tersebut. Memprogram mikrokontroler dengan menggunakan bahasa C tidaklah sulit, terlebih jika menggunakan CodeVision AVR, ia memiliki wizard yang memudahkan orang untuk membangun sebuah program dengan cepat tanpa perlu terlalu pusing masalah register – register.

Beberapa library-pun telah didukung secara built in, sehingga untuk melakukan beberapa perintah yang sebenarnya rumit kita tinggal memanggil method-nya saja. Satu kelemahan yang dimiliki oleh CodeVision AVR adalah ia tidak gratis. Pada versi evaluasinya hanya mampu memprogram dengan size yang dibatasi, dan tidak boleh digunakan untuk tujuan komersial. Meskipun banyak sekali versi “pak tani” yang bertaburan di jagad maya. Namun saya amati beberapa tahun ini versi “pak tani” untuk CodeVision 3.x belum keluar ya? *kalo sudah keluar tolong di-share yak :mrgreen:

Continue Reading →

Pengenalan Mikrokontroler

Anda mungkin tidak asing lagi dengan gerbang OR, AND, NOT.  Saya ambil contoh gerbang OR, gerbang ini  adalah gerbang logika yang mengambil dua masukan lalu kemudian menghasilkan keluaran berdasarkan masukan yang diterima. Mungkin bagi anda yang pernah mendapat materi elektronika digital, saya yakin anda sudah pernah bermain gerbang – gerbang ini. gerbang ini  berbentuk keping rangkaian terintegerasi (IC) yang dikemas dalam DIP (dual line in package). IC ini mebutuhkan pin daya dan juga pin ground untuk bisa bekerja. Arus listrik harus mengalir pada IC ini agar  mampu bekerja. Karena bentuknya yang berupa IC kita tidak akan tahu rangkaian apa yang berada di dalamnya namun yang pasti jika kita merubah masukan maka keluaran juga akan berubah. 😉

Continue Reading →