Belajar Arduino dengan Shield Multifungsi – Bagian 1

9d19310763171b0d958d23a18b3d7e1c_400x400Pendahuluan

Arduino adalah board berbasis mikrokontroler yang memiliki kemampuan menerima masukan sinyal – bisa dari push button, sensor dan mengendalikan objek fisik, seperti lampu, motor. Arduino  juga terdiri dari IDE yang memungkinkan kita membangun program menggunakan bahasa pemrograman arduino (yang merupakan turunan dari bahasa pemrograman processing).

Continue Reading →

Hello Atmel Studio !!

ladybugSetelah pada tutorial sebelumnya kita telah berkenalan dengan Atmel Studio 6 dan belajar untuk  membuat sebuah project baru. Sekarang kita akan membuat sebuah program pertama menggunakan Atmel Studio. Pogram Pertama biasa disebut Hello World!.

Saya pernah membahas bagaimana mengakses  port Output menggunakan CodeVision AVR. Anda bisa kembali melihat kembali ke postingan saya sebelumnya, berikut dengan penjelasan register – register terkait yang digunakan. Untuk masalah register-register yang digunakan, sudah barang tentu tidak akan ada perbedaan antara kedua Compiler ini, karena kita menggunakan target yang sama.

Continue Reading →

Pemrograman Mikrokontroler dengan Atmel Studio 6.2

watermarked-atmel1Terus terang sudah lama saya tidak bermain dengan mikrokontroler, namun baru – baru ini saya mulai tertarik kembali mempelajari IC yang sudah saya lama tinggal tersebut. Memprogram mikrokontroler dengan menggunakan bahasa C tidaklah sulit, terlebih jika menggunakan CodeVision AVR, ia memiliki wizard yang memudahkan orang untuk membangun sebuah program dengan cepat tanpa perlu terlalu pusing masalah register – register.

Beberapa library-pun telah didukung secara built in, sehingga untuk melakukan beberapa perintah yang sebenarnya rumit kita tinggal memanggil method-nya saja. Satu kelemahan yang dimiliki oleh CodeVision AVR adalah ia tidak gratis. Pada versi evaluasinya hanya mampu memprogram dengan size yang dibatasi, dan tidak boleh digunakan untuk tujuan komersial. Meskipun banyak sekali versi “pak tani” yang bertaburan di jagad maya. Namun saya amati beberapa tahun ini versi “pak tani” untuk CodeVision 3.x belum keluar ya? *kalo sudah keluar tolong di-share yak :mrgreen:

Continue Reading →

[Unduh Buku] Programming and Customizing The AVR Microcontroller

images-1_thumb.jpgBuku ini adalah panduan yang enak dibaca, yang menunjukan pada kita tentang mikrokontroler  paling baru dari keluarga Atmel’s AVR RISC. Buku ini ditulis oleh penulis Electronics World  dan pengembang instrumen astronomi Dhananjay V. Dengan buku ini anda akan diperkenalkan  pada mikrokontroler yang merupakan komputer satu keping. Sehingga kemudian anda bisa siap untuk memakainya

Unduh Buku : AVR: An Introductory Course

41rBuj7NGwL._BO2204203200_PIsitb-sticker-arrow-clickTopRight35-76_AA300_SH20_OU01__thumb.jpg

Buku ini berisi 15 project konstruksi dan pemrograman, dan meliputi untuk semua jenis mikrokontroler yang sekarang tersedia di pasar, termasuk untuk mikrokontroler Tiny AVR. Anda tidak perlu memahami tentang mikrokontroler sebelumnya untuk membaca buku ini. Jadi buku ini cocok untuk anda yang masih nubi dalam mikrokontroler :).

Penulisnya adalah John Morton yang juga pernah menulis buku the popular PIC: Your Personal Introductory Course, yang juga diterbitkan oleh Newmes

Dengan buku ini anda bisa :

1. Mempelajari secara  praktis tentang mikrokontroler AVR

2. Membuat project secara bertahap dengan menggunakan mikrokontroler AVR

3. Merupakan “buku sakti” yang memang di desain untuk anda belajar hingga anda mampu memprogram mikrokontroler AVR,

Continue Reading →

Osilator

Kali ini saya akan membahas tentang Osilator. Pada tutorial saya sebelumnya mungkin anda sudah bisa membuat LED berkedip. Selamat!! Sekarang saatnya membuat LED tersebut berkedip lebih cepat.

Yang sampai saat ini anda lakukan adalah memasukan kode – kode mesin kedalam mikrokontroler lalu menjalankan kode – kode program tersebut, tapi tahukah anda bagaimana program tersebut berjalan? Dan seberapa cepat?

Baiklah saya jelaskan. Semua mikrokontroler memerlukan sumber clock. Bayangkan ini seperti “bit musik” atau detak jantung yang mikrokontroler gunakan untuk mengeksekusi kode dalam satu langkah. Tanpa clock, mikrokontroler tidak akan bisa menjalankan kode program  dan dengan clock yang buruk ( clock yang tidak tetap) maka program akan dijalankan pada laju yang tidak dapat ditentukan. Anda harus memiliki clock yang sejenis dan juga anda memerlukan clock yang akurat.

Continue Reading →

Tongkat Ultrasonik Penyandang Tunanetra

Dahulu para penyandang tunanetra sangat sulit  melalukan berbagai aktifitas sehari-sehari dikarenakan keterbatasan penglihatan mereka,   sehingga mereka sulit untuk melakukan sesuatu sebagaimana halnya orang normal,  berjalan ke suatu tempat dengan jarak tempuh yang agak jauh misalnya.

Pada saat yang sama, kelelawar yang biasa terbang dalam kegelapan, tidak mengalami tabrakan dengan benda-benda lain. Setelah diselidiki ternyata kelelawar memancarkan gelombang ultrasonik, gelombang suara tersebut dipancarkan dan kemudian gelombang pantulnya ditangkap kembali oleh alat pengindera alami kelelawar. Inilah sebab mengapa kelelawar dapat mengetahui dimana mereka berada.

Perangkat ekolokasi pada kelelawar ini memberi ilham kepada enam mahasiswa Elins 2007 – yang terdiri Dumairi, Dida Nurlika, Fahmi Faishal, Raden Panggih BS, Stephanie CW, Syah Jehan dan Tedy Tri Saputro sebagai koordinator tim –  untuk merancang alat bantu elektronik bagi para penyandang tunanetra. Meski tampak seperti tongkat biasa yang umum dipakai tunanetra, namun alat ini dapat memberikan indikasi suara yang bersesuaian dengan jarak yang dilalui sinyal ultrasonik. Alat ini kemudian dinamakan Tongkat Ultrasonik

Continue Reading →

Pengenalan Mikrokontroler

Anda mungkin tidak asing lagi dengan gerbang OR, AND, NOT.  Saya ambil contoh gerbang OR, gerbang ini  adalah gerbang logika yang mengambil dua masukan lalu kemudian menghasilkan keluaran berdasarkan masukan yang diterima. Mungkin bagi anda yang pernah mendapat materi elektronika digital, saya yakin anda sudah pernah bermain gerbang – gerbang ini. gerbang ini  berbentuk keping rangkaian terintegerasi (IC) yang dikemas dalam DIP (dual line in package). IC ini mebutuhkan pin daya dan juga pin ground untuk bisa bekerja. Arus listrik harus mengalir pada IC ini agar  mampu bekerja. Karena bentuknya yang berupa IC kita tidak akan tahu rangkaian apa yang berada di dalamnya namun yang pasti jika kita merubah masukan maka keluaran juga akan berubah. 😉

Continue Reading →