H- Bridge (Bagian 2)

Oke, saya lanjutkan tulisan ini. Jadi yang belum membaca tulisan saya sebelumnya silahkan baca di sini

Jadi untuk mengoperasikan sebuah MOSFET, anda harus menerapkan tegangan dari mikrokontroler pada gate. Sehingga arus elektron dapat melewati dua kaki yang lain, menghubungkan motor (M) dalam jalur dengan satu kakinya, sehingga robot anda bisa bergerak. Pada skematik di tulisan saya sebelumnya, kita telah menandai A dan B. Itu adalah dua jalur kendali yang kita bisa terapkan tegangan logic padanya. Karena mempunya dua kaki dan hanya mengenali tegangan biner 1 dan 0 . Maka akan ada empat hal yang mungkin terjadi

A=0 B=0 : Tidak terjadi apa – apa, motor mati
A=1 B=0 : Motor berputar searah jarum jam
A=0 B=1 : Motor berputar berlawanan arah jarum jam
A=1 B=1 : Rangkaian akan memercikan bunga api

Berikut adalah penjelasan dari diagram logika H- bridge:

H-Bridge A

Continue Reading →

H Bridge (Bagian 1)

H-Bridge adalah penghubung antara rangkaian digital dan aksi mekanis. Komputer (Bisa jadi mikrokontroler) mengirim perintah biner, untuk menjalankan sebuah aktuator berdaya tinggi. Sering H Bridge digunakan untuk mengendalikan arah rotasi dari motor DC. Dan jika anda tidak ingin membeli motor driver berharga mahal, maka anda membutuhkan H-Bridge untuk mengendalikan robot dengan sebuah motornya

Continue Reading →

VCC Untuk Mikrokontroler Anda (2)

Tulisan sebelumnya telah menunjukan bagaimana kita  menghasilkan tegangan 5 Volt dengan menggunakan regulator. Namun setelah diamati menggunakan oscilloscope,akan ada noise berkisar 200mV  yang dihasilkan dari pin keluaran 5Volt tersebut. Lalu apa solusinya untuk meredam noise tersebut ? Solusinya adalah menggunakan kapasitor filter.

Pasti anda bertanya, apa itu kapasitor filter. Jenis makanan apa itu? 😆 Filter kapasitor adalah kapasitor besar yang membantu memperhalus ripple. Saya akan perjelas dengan menggunakan beberapa analogi.

Continue Reading →

LED dan Resistor Pembatas Arus

Jika kita berhubungan dengan LED, kita akan diingatkan oleh setiap orang bahwa kita membutuhkan sebuah resistor pembatas arus tapi sebagian besar dari mereka tidak akan mengatakan alasannya.

Pada tulisan kali ini saya akan berusaha menunjukkan mengapa menggunakan resistor pembatas arus dalam mencatu LED adalah sebuah ide bagus. Dan kapan kita aman untuk mencatu LED tanpa menggunakan resistor apapun.

Continue Reading →

Menghitung Kecepatan Alir Arus Listrik

Dalam kehidupan sehari – hari tentu kita tidak pernah lepas dengan apa yang disebut Listrik. Pernahkah suatu saat kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah itu listrik? Berapakah kecepatan aliran arus listrik itu?? Mungkin ada beberapa dari kita sudah banyak yang mengerti, bahwa sebenarnya apa yang disebut arus listrik adalah aliran muatan tiap satuan waktu, yang dirumuskan

I = dq/dt

Continue Reading →