Platformio IDE : IDE Alternatif dalam Memprogram Mikrokontroler

platformio-logo.17fdc3bcKetika membuat dan mengupload program mikrokontroler menggunakan Arduino IDE atau platform embedded yang lain, pembaca akan merasakan beberapa kerumitan seperti memastikan semua pustaka telah terinstall pada tempat dan versi yang tepat. Hal ini membutuhkan beberapa trik khusus dan cukup menguras waktu.

Penulis yang juga berkecimpung di dalam dunia pemrograman aplikasi web pun juga merasakan perbedaan yang cukup njomplang antara pemrograman embedded dengan pemrograman aplikasi web yang kini jauh lebih mudah dari sisi tool yang digunakan.

Continue Reading →

Belajar Arduino dengan Shield Multifungsi – Bagian 1

9d19310763171b0d958d23a18b3d7e1c_400x400Pendahuluan

Arduino adalah board berbasis mikrokontroler yang memiliki kemampuan menerima masukan sinyal – bisa dari push button, sensor dan mengendalikan objek fisik, seperti lampu, motor. Arduino  juga terdiri dari IDE yang memungkinkan kita membangun program menggunakan bahasa pemrograman arduino (yang merupakan turunan dari bahasa pemrograman processing).

Continue Reading →

Tutorial Arduino : Hello World

9d19310763171b0d958d23a18b3d7e1c_400x400Apapun yang pertama memang selalu menantang dan menarik. Termasuk untuk pemrograman Arduino. Pada tulisan kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana menghubungkan Arduino anda dengan komputer PC lalu mengunggah program dan menguploadnya untuk kali pertama.

Yang anda perlukan kali pertama adalah tentu board development Arduino, dalam tutorial ini saya menggunakan Arduino Uno (dapat anda dapatkan di TOKO BEY) dengan komputer menggunakan microsoft windows 7.

Continue Reading →

Berkenalan dengan Arduino

9d19310763171b0d958d23a18b3d7e1c_400x400Arduino mulai booming beberapa tahun di Indonesia, ditandai dengan semakin mudah dijangkaunya development board ini di toko online ataupun offline. Banyak project elektronika di Indonesia yang mulai menggunakan arduino sebagai kontrolernya. Sebuah berita bagus karena orang semakin dimudahkan untuk mengembangkan berbagai macam perangkat intrumentasi ataupun otomasi karena penggunaan hingga pemrogramannya telah didesain sedemikian rupa sehingga orang awam yang tidak memahami mikrokontroler ataupun elektronika bisa menggunakannya. Namun menurut opini penulis arduino adalah pintu masuk bagi mereka para pemula untuk masuk ke dunia embedded device. Oleh karena itu tentu menjadi sangat baik jika setelah memahami arduino, kita beranjak ke tahap selanjutnya untuk mengetahui bagaimana arduino bekerja, lalu masuk ke jantung dari arduino itu sendiri yakni Mikrokontroler.

Continue Reading →

Pemrograman Mikrokontroler dengan Atmel Studio 6.2

watermarked-atmel1Terus terang sudah lama saya tidak bermain dengan mikrokontroler, namun baru – baru ini saya mulai tertarik kembali mempelajari IC yang sudah saya lama tinggal tersebut. Memprogram mikrokontroler dengan menggunakan bahasa C tidaklah sulit, terlebih jika menggunakan CodeVision AVR, ia memiliki wizard yang memudahkan orang untuk membangun sebuah program dengan cepat tanpa perlu terlalu pusing masalah register – register.

Beberapa library-pun telah didukung secara built in, sehingga untuk melakukan beberapa perintah yang sebenarnya rumit kita tinggal memanggil method-nya saja. Satu kelemahan yang dimiliki oleh CodeVision AVR adalah ia tidak gratis. Pada versi evaluasinya hanya mampu memprogram dengan size yang dibatasi, dan tidak boleh digunakan untuk tujuan komersial. Meskipun banyak sekali versi “pak tani” yang bertaburan di jagad maya. Namun saya amati beberapa tahun ini versi “pak tani” untuk CodeVision 3.x belum keluar ya? *kalo sudah keluar tolong di-share yak :mrgreen:

Continue Reading →

[Unduh Buku] Microcontrollers in Practice (Springer Series in Advanced Microelectronics)

3383-1_E2808CD7-228E-4D67-9AE1-4730A5CCBA79Img200_thumb.jpgBuku ini menekankan karakteristik umum dan penerapan nyata yang paling sering digunakandalam mikrokontroler. Buku ini adalah panduan praktis yang menyediakan pembaca pengentahuan dalam genggaman tentang bagaimana menerapkan tiga keluarga dari mikrokontroler (HC11, AVR, dan 8051). Berbeda dengan buku – buku kebanyakan yang hanya membahas satu jenis mikrkontroler, Buku ini membandingkan  bagian per bagian dan memberikan gambaran bagaimana menggunakan sistem mikrokontroler sebagai resource yang dapat digunakan untuk penerapan praktis. Buku ini juga dilengkapi  dengan ratusan contoh-contoh praktis dan latihan untuk mendorong penguasaan konsep dan detail. Dengan menggunakan mikrokontroler 8-bit RISC yang  lebih murah, buku ini akan memberikan petunjuk informasi padat yang melengkapi mahasiswa para peneliti sehingga tahu bagaimana menggunakan perangkat mikrokontroler :).

Continue Reading →

Menggunakan Transistor Sebagai Switch (Bagian 1)

Sebagian besar mikrokontroler bekerja pada lingkungan 5 volt dengan port I/O yang hanya bisa menangani arus hingga 20mA. Sehingga jika kita ingin menghubungkan port I/O mikrokontroler dengan rangkaian yang memiliki tingkat tegangan yang berbeda atau men-drive perangkat yang menarik arus lebih dari 20mA, maka kita memerlukan apa yang disebut sebuah rangkaian antarmuka. Satu metode antarmuka yang populer digunakan adalah Bipolar Junction Transistor (BJT) atau kita bisa memanggilnya dengan sebutan ‘Transistor’ pada tutorial ini. Saya harus menjelaskan agar kalian lebih mengerti pada BJT adalah jenis yang berbeda dengan keluarga transistor yang lain semisal FET (Field Effect Transistor), MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET), VMOS (Vertikal MOSFET) dan UJT (Uni Junction Transistor)

Transistor dan Switch

Transistor sebenarnya bekerja layaknya pemerkuat arus. Semua arus yang mengalir pada terminal basis akan dikalikan terhadap faktor gain dari transistor, yang kemudian dinotasikan  hFE.  Karena sifatnya itulah, transistor bisa digunakan sebagai amplifier, semua sinyal kecil (arus yang sangat kecil) yang dialirkan pada terminal basis akan dikalikan oleh faktor  hFE yang sama dengan  arus kolektor pada sisi terminal kolektor

Continue Reading →

Pemrograman Mikrokontroler – Bab Output

Setelah kemarin kita telah belajar membuat minimum system dan kabel downloader sekarang saatnya kita belajar programpenggunaan fungsi mikrokontroler. Perangkat lunak yang diperlukan adalah

  1. Codevision AVR,
  2. PROTEUS ISIS untuk simulasi

Sebelummya, kita memerlukan sebuah indikator berupa LED yang bisa dihubungkan dengan PORT I/O mikrokontroler, sehingga kita dapat mengetahui  apakah data berhasil kita keluarkan ke PORT yang bersangkutan. Seperti contoh adalah adalah gambar berikut yang menunjukan rangkaian minimum untuk menghidupkan 8 LED melalui Port B. yang perlu diperhatikan adalah konfigurasi rangkaian LED yaitu Common Anode (CA) atau Anoda bersama yang artinya 8 Anoda LED dihubungkan jadi satu lalu dihubungkan dengan 5 V, sehingga untuk menghidupkan LED pada Port B, port B harus dikirim atau diberi logika ‘0’  Continue Reading →

Osilator

Kali ini saya akan membahas tentang Osilator. Pada tutorial saya sebelumnya mungkin anda sudah bisa membuat LED berkedip. Selamat!! Sekarang saatnya membuat LED tersebut berkedip lebih cepat.

Yang sampai saat ini anda lakukan adalah memasukan kode – kode mesin kedalam mikrokontroler lalu menjalankan kode – kode program tersebut, tapi tahukah anda bagaimana program tersebut berjalan? Dan seberapa cepat?

Baiklah saya jelaskan. Semua mikrokontroler memerlukan sumber clock. Bayangkan ini seperti “bit musik” atau detak jantung yang mikrokontroler gunakan untuk mengeksekusi kode dalam satu langkah. Tanpa clock, mikrokontroler tidak akan bisa menjalankan kode program  dan dengan clock yang buruk ( clock yang tidak tetap) maka program akan dijalankan pada laju yang tidak dapat ditentukan. Anda harus memiliki clock yang sejenis dan juga anda memerlukan clock yang akurat.

Continue Reading →