[Tips STM32] : Memprogram STM32 dengan Arduino IDE

stm1-520x190Dalam tulisan kali ini embeddednesia akan mengulas tentang bagaimana memprogram mikrokontroler STM32 menggunakan Arduino IDE. embeddednesia sengaja memasukkan tulisan tulisan ini ke dalam Tips bukan sebagai seri tutorial STM32. Dikarenakan tulisan ini lebih bersifat sebagai informasi bagi mereka yang penasaran untuk memprogram mikrokontroler STM32 dengan menggunakan Arduino IDE

Cara ini tidak disarankan penulis bagi mereka yang ingin menguasai dasar – dasar ilmu mikrokontroler 32 bit,  karena Arduino tidak cocok untuk mereka yang benar – benar ingin belajar mikrokontroler. Arduino memungkinkan developer terlalu terlena dengan bahasa aras atas yang ditawarkan sehingga tidak mempelajari inti dari pemrograman embedded sesungguhnya, pengenalan register – register yang terlibat.

Continue Reading →

Platformio IDE : IDE Alternatif dalam Memprogram Mikrokontroler

platformio-logo.17fdc3bcKetika membuat dan mengupload program mikrokontroler menggunakan Arduino IDE atau platform embedded yang lain, pembaca akan merasakan beberapa kerumitan seperti memastikan semua pustaka telah terinstall pada tempat dan versi yang tepat. Hal ini membutuhkan beberapa trik khusus dan cukup menguras waktu.

Penulis yang juga berkecimpung di dalam dunia pemrograman aplikasi web pun juga merasakan perbedaan yang cukup njomplang antara pemrograman embedded dengan pemrograman aplikasi web yang kini jauh lebih mudah dari sisi tool yang digunakan.

Continue Reading →

[Tips STM32] Mengatasi Galat: “Connect failed, check config and cable connection” pada CooCox CoIDE

stm1-520x190Seringkali saat saat proses development dan program akan diunduh menggunakan STLINK V2 melalui aplikasi CooCox CoIDE terjadi galat Error  Connect failed, check config and cable connection. Padahal tidak terjadi masalah pada koneksi antara mikrokontroler STM32 dengan STLINK V2. Driver STLINK pun telah terinstall dengan baik. Lalu apa masalahnya?

embeddednesia pernah mengalami hal yang sama saat bereksperimen dengan mikrokontroler STM32F407VET6. Error ini tidak spesifik untuk satu jenis mikrokontroler, karena ada pengguna yang juga mengeluh tentang terjadinya error ini pada mikrokontroler yang lain, STM32F10C8T6.

Continue Reading →

Tutorial STM32 – 5 : Belajar GPIO (Bab Output) – Bagian 2

stm1-520x190Setelah relatif paham mengenai register -register yang terlibat dalam GPIO, kini waktunya kita membedah program hello world yang telah dibuat dalam pertemuan ke 3. embeddednesia sangat menyarankan anda membaca terlebih dahulu tulisan embeddednesia sebelumnya yang membahas  register dalam GPIO.

Dalam tutorial ini embeddednesia menggunakan minimum system mikrokontroler STM32F103C8T6 dan downloader ST-LINK V.2 yang bisa didapatkan di TOKO BEY. Jika anda belum punya, embeddednesia sarankan anda membelinya secara online dengan mengklik  halaman pembelian STM32F103C8T6 dan ST-LINK V2.

Continue Reading →

Tutorial STM32 – 4 : Belajar GPIO (Bab Output) – Bagian 1

stm1-520x190Sebelumnya kita telah membuat program pertama hello world dengan membuat mikrokontroler  STM32F103 mengeluarkan sinyal logika 1 dan 0 pada port PC13, sehingga LED builtin  pada minimum system STM32F103C8T6  menyala berkedip – kedip.

Ibarat sebuah kota, Program hello world yang kita buat sebelumnya dalah pintu gerbang paling luar sebelum mulai masuk ke dalam kota ilmu STM32 yang rumit dan dipenuhi dengan  labirin – labirin register – register dan arsitektur Cortex M3 Maka persiapkan kopi dan banyak camilan untuk mulai perjalanan panjang kita ini. halah..

Continue Reading →

Tutorial STM32 – 1 : Pertemuan Pertama

stm1-520x190Beberapa tahun lalu  saya pernah berbagi pengetahuan tentang bagaimana memulai belajar mikrokontroler terutama dengan arsistektur AVR buatan Atmel. Meskipun, akhir -akhir  ini mengeksplorasi mikrokontroler AVR semakin dimanjakan saja dengan kemunculan berbagai varian development board  dari Arduino.

Tapi kali ini saya tidak sedang ingin membahas Arduino, saya ingin memperkenalkan satu lagi mainan bagi mereka yang selalu haus akan hal baru. Perkenalkanlah, STM32. Mikrokontroler  berbasis inti prosesor 32 bit RISC ARM Cortex-M7, Cortex-M4F, Cortex-M3, Cortex-M0+, dan Cortex-M0  dari STMicrelectronics. Mikrokontroler ini mempunyai frekuensi clock tinggi, umumnya berada pada kisaran 72MHz atau lebih.  Bandingkan dengan arduino uno misalnya yang berjantung mikrokontroler 8 bit dengan frekuensi clock hanya 16MHz. Maka jangan bandingkan lagi bagaimana kecepatan pemrosesannya.

Continue Reading →