Kapasitor, Apa itu? – Bagian 1

0 61

watermarked-aluminum_electrolytic_capacitorKita seringkali terlibat dengan satu komponen ini. Kapasitor adalah salah satu komponen dasar elektronika yang cukup penting dalam rangkaian elektronika kita. Salah satu penggunaannya adalah pada rangkaian regulator tegangan, untuk memperhalus ripple pada tegangan DC.

Jika kita lihat dari satu sisi, kapasitor memiliki kemiripan dengan batere, meskipun keduanya bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda. Kapasitor dan baterei keduanya sama – sama menyimpan energi listrik. Sama-sama memiliki dua terminal, positif dan negatif. Di dalam batere terdapat reaksi kimia yang menghasilkan elektron di satu terminal dan menyerap elektron di terminal yang lain. Sedangkan kapasitor memiliki prinsip kerja yang  lebih sederhana daripada batere, dia tidak menghasilkan elektron baru, namun hanya menyimpannya.

Pada tulisan embeddednesia kali ini, secara bertahap, akan kita pelajari secara seksama – apakah kapasitor itu? Bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana ia digunakan dalam rangkaian elektronika. Kita akan melihat sejarah dari kapasitor dan bagaimana beberapa orang membantu membentuk kemajuannya.

Di dalam kapasitor, sebuah terminal terhubung ke dua plat metal yang dipisahkan oleh sebuah zat dialektrik. Kita bisa dengan mudah membuat kapasitor dari dua lempeng plat alumunium dan satu lembar kertas. Memang itu tidak akan menjadi sebuah kapasitor yang bagus dalam hal kapasitas penyimpanannya. Namun setidaknya secara sederhana ia sudah erfungsi sebagai kapasitor.

F6UYT2LIQK3NVZ1.LARGE

Teorinya, bahan dialektrik bisa juga meruapakan bahan yang non-konduktif. Meskipun begitu, untuk aplikasi praktis, materi dan bahan tertentu saja  yang paling sesuai digunakan sehingga dapat berfungsi sebagai kapasitor. Mika, keramik, selulosa, porselin, Mylar, Teflon dan bahkan udara adalah beberapa bahan non-konduktif yang bisa digunakan.

Bahan dielektrik yang digunakan pada kapasitor menentukan kegunaan kapasitor tersebut. Hal tersebut tergantung pada ukuran dan jenis dielektrik, beberapa kapasitor  memang bekerja dengan baik pada  frekuensi tinggi, sementara beberapa lain cocok digunakan pada aplikasi tegangan tinggi. Kapasitor dapat diproduksi untuk melayani tujuan apapun, dari kapasitor plastik terkecil di dalam kalkulator anda, hingga kapasitor ultra yang sanggup memberikan daya pada sebuah bus komuter. NASA juga menggunakan kapasitor kaca untuk membantu membangun sirkuit pesawat ruang angkas. Berikut adalah beberapa dari berbagai jenis kapasitor berikut fungsi dan kegunaannya.

  • Udara – Sering digunakan dalam rangkian tuning radio
  • Mylar – Sebagian besar digunakan untuk untuk rangkaian pewaktu seperti jam, alarm dan pencacah
  • Glass –  Bagus untuk aplikasi tegangan tinggi
  • Keramik – Digunakan untuk keperluan frekuensi tinggi seperti  antenna, X-ray dan mesin MRI
  • Kapasitor Super – Digunakan sebagai Listrik daya dan  Mobil Hybrida

Pada tulisan berikutnya, kita akan bahas bagaimana cara kerja kapasitor

%d blogger menyukai ini: