Advertisement

Arduino atau Raspberry Pi? Mana Yang Sebaiknya Digunakan

0 136

Arduino dan juga Raspberry Pi adalah dua jenis board populer dikalangan pelajar, hobbyist hingga profesional. Beberapa kali pula embeddednesia membuat seri tutorial dari kedua board tersebut, namun terkadang, masih banyak orang termasuk mahasiswa, terutama pemula masih kebingungan membedakan keduanya. Kapan project yang akan saya buat harus menggunakan Raspberry Pi, kapan menggunakan Arduino.

Dalam pembahasan kali ini, embeddednesia akan mengulas mengenai perbedaan dan persamaan dari kedua board tersebut, serta panduan praktis bagi pemula untuk memilih mana yang sebaiknya digunakan di dalam project yang akan dibangun, apakah Raspberry Pi atau disisi lain Arduino?

Raspberry Pi pada dasarnya sebuah board komputer lengkap, sebagaimana halnya komputer general pada umumnya, namun dikemas dalam bentuk board satu keping, karena itulah disebut Single Board Computer alias disingkat SBC. Walaupun hanya dikemas dalam satu keping, Raspberry Pi sudah dilengkapi dengan berbagai fitur seperti memori RAM, processor,  port USB, output audio, driver grafis hingga output HDMI

Untuk menjalankan Raspberry Pi, pengguna perlu menginstalnya dengan sistem operasi. Sistem operasi yang secara resmi yang didukung adalah Raspbian, meskipun banyak sistem operasi dari pihak ketiga yang dapat diinstal pada Raspberry Pi, mulai dari Firefox OS, Android, RISC OS, Ubuntu Server, Ubuntu Mate bahkan Microsoft juga menyediakan Windows 10 juga tersedia untuk versi Raspberry Pi.

Di sisi lain, Arduino adalah platform board dari mikrokontroler yang tentu saja tidak memiliki spesifikasi setinggi dan selengkap pada Raspberry Pi,  meskipun, secara arsitektur, Mikrokontroler (Arduino) juga dapat dilihat sebagai sebuah sistem komputer. Karena di dalam keping mikrokontroler juga memiliki CPU, Random Access Memory, Read Only Memory hingga port I/O. Mikrokontroler tidak memerlukan sistem operasi untuk digunakan, programmer tinggal menuliskan beberapa baris code lalu langsung dapat menjalankannya.

Adverstiment

  • Arduino vs Raspberry Pi : Programming

Dari sisi program yang dibuat, Arduino (dan juga mikrokontroler) umumnya diprogram menggunakan bahasa pemrograman C  dan program yang dibuat akan langsung dijalankan pada aras perangkat keras, sehingga penanganan penggunaan memori begitu krusial dalam membuat program.

Berbeda dengan Raspberry Pi, yang memiliki ragam pilihan bahasa pemrograman, mulai dari Python, Node, C/C++, hingga Java, hal ini dikarenakan program yang dijalankan di Raspberry Pi akan dijalankan terlebih dahulu pada aras sistem operasi bukan langsung pada perangkat keras.

  • Arduino vs Raspberry Pi : Antarmuka (interfacing)

Interfacing yang dimaksud disini, adalah bagaimana kemampuan masing – masing board ketika berkomunikasi dengan perangkat keras lain. Untuk menghubungkan perangkat keras lain, (misal motor driver) atau sensor ultrasonik ke Arduino, cukup diperlukan beberapa baris code, (atau pengaturan beberapa register, pada mikrokontroler).

Berbeda dengan Raspberry Pi, yang cenderung lebih ribet, karena mungkin programmer harus terlebih dahulu menginstal beberapa library dan dependency untuk dapat terhubung dengan perangkat keras lain. Selain itu juga diperlukan skill penggunakan Linux dan beberapa perintah pada terminal ketika menggunakan Raspberry Pi.

Adverstiment

  • Arduino vs Raspberry Pi : Ketangguhan

Raspberry Pi dijalankan dengan menggunakan Sistem Operasi, sehingga pengguna harus melakukan shutdown dengan benar sebelum mematikan mesin, jika tidak Sistem Operasi dan aplikasi mungkin akan corrupt atau Raspberry Pi bisa jadi rusak. Sementara Arduino merupakan perangkat yang dapat dinyalakan dan dimatikan kapanpun tanpa resiko kerusakan board. Begitu daya dicatu, program akan langsung dieksekusi

  • Arduino vs Raspberry Pi : Konsumsi Daya

Raspberry Pi layaknya sebuah komputer generik memerlukan catu daya 5 V secara kontinyu dan supply arus yang sesuai. Sehingga memerlukan konfigurasi rangkaian khusus agar dapat dicatu menggunakan battery pack (seperti menggunakan rangkaian DC Buck Converter)

Untuk keperluan tersebut, pembaca dapat menggunakan rangkaian DC Buck Converter, merujuk pada artikel embeddednesia lain yang berjudul Menurunkan Tegangan dengan Arus Maksimal 3A Menggunakan DC Buck Converter

Sedangkan di sisi lain, Arduino tidak memerlukan konsumsi daya yang besar, sehingga dapat dengan mudah  langsung dijalankan menggunakan battery pack 

  • Arduino vs Raspberry Pi : Harga

Tentu saja Arduino dijual lebih murah ketimbang Raspberry Pi. Arduino Uno versi clone dijual dalam kisaran harga 50 ribu hingga 80 ribu di situs marketplace. Sedangkan Raspberry Pi dijual seharga 500 ribu hingga 900 ribu bergantung pada versi hingga spesifikasinya.

- Advertisement -

  • Arduino vs Raspberry Pi : Fitur

Keunggulan utama dari Raspberry Pi adalah fitur, processor yang dimilikinya membuatnya mampu menjalankan banyak task secara paralel (multiple task). Jika project yang ingin dibangun adalah sebuah robot kompleks yang dapat dikendalikan melalui jaringan dan aplikasi web misalnya, maka Raspberry Pi adalah pilihan yang tepat.

Raspberry Pi memiliki performa 40 kali lebih cepat dibandingkan Arduino (Arduino Uno dengan mikrokontroler ATMega 328). Raspberry Pi sanggup mengirim, email, memutar musik, video sekaligus terhubung dengan internet. Sesuatu hal yang sulit dilakukan Arduino.

  • Arduino vs Raspberry Pi : Konektivitas

Raspberry Pi memiliki beragam konektivitas built-in, mulai dari ethernet port, wifi adapter, hingga bluetooth bergantung pada versi Raspberry Pi yang digunakan. Sementara pada arduino diperlukan perangkat keras tambahan yang disebut shield. ESP 32 adalah board alternatif yang dapat digunakan sebagai bagi maker, jika  menginginkan konektivitas tambahan dalam satu board seperti  bluetooth, dan Wi-Fi adapter.

  • Kesimpulan 

Kedua board memiliki keuntungan dan kelemahannya masing – masing. Mana board yang dipilih kembali  berdasarkan project seperti apa yang akan dibangun. Sebagai panduan dasar, penulis merekomendasikan untuk menggunakan Arduino (atau mikrokontroler) jika project yang dibangun merupakan

  • Tidak memerlukan konektivitas internet / Wifi Adapter
  • Memerlukan konsumsi daya rendah (hemat daya)
  • Budget oriented ( harga komponen semurah mungkin)
  • Project relatif sederhana, dan program yang dibuat tidak terlalu kompleks, seperti menyalakan alarm berdasarkan pembacaan sensor, menjalankan motor robot berdasarkan algoritma kendali PID (proporsional, Integral, Derivatif)

Namun jika ternyata project yang dibangun terlalu rumit jika dikerjakan dengan mikrokontroler karena membutuhkan konektivitas internet, atau harus terhubung dengan sistem komputasi awan. Atau project robot dimana sebuah motor dijalankan berdasarkan algoritma tingkat lanjut seperti computer vision, atau kecerdasan buatan, maka Raspberry Pi adalah yang direkomendasikan untuk digunakan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: