Advertisement

Mengenal GPIO Pada Raspberry Pi (Bagian -1)

0 197

General – Purpose Input Output (GPIO) merupakan salah satu  pembahasan utama kala membahas Raspberry Pi, karena antarmuka inilah yang menghubungkan Raspberry Pi ke dunia luar.  Pada versi awal raspberry pi dirilis, Raspberry Pi hanya memiliki 26 pin namun versi yang baru mempunyai 40 pin.

 

Perbedaan versi pinout yang dirilis  ini terkadang membingungkan terutama bagi mereka yang baru belajar raspberry pi. Dalam tulisan kali ini, embeddednesia akan menujukkan kepada pembaca mengenai referensi dasar tentang pinout dari Raspberry Pi.

  • Pinout Raspberry Pi 1 (Revision 1)

Raspberry Pi 1 memiliki  GPIO sejumlah 26-pin, sebagaimana ditunjukan pada gambar 1.

  • Pinout Raspberry Pi 1 (Revision 2)

Revisi ke-2 dari pinout GPIO Raspberry Pi 1, mengandung sedikit perubahan dibanding versi terdahulunya. Perubahan ini adalah hasil dari modifikasi pada CPU Raspberry Pi.

Misalnya, penomeran BCM pada pin I2C dari 0 dan 1 menjadi 2 dan 3. Semua versi terbaru dari raspberry pi juga menggunakan penomeran BCM baru ini untuk dua pin I2C1

Setidaknya terdapat tiga sistem penomoran GPIO yang ada yaitu:

  • GPIO Board : Penomeran ini mengacu pada fisik pin pada Raspberry Pi. (direpresentasikan oleh nomer yang dilingkari pada bagian tengah)
  • GPIO BCM : Penomeran yang mengacu pada Broadcom Soc Channel (direpresentasikan pada angka setelah GPIO, misalnya GPIO2  merupakan BCM2)
  • Wiring Pi : Skema penomeran yang mangadaptasi penomeran pin pada board Arduino

Lebih lengkap tentang skema penomeran pin GPIO ini dan implementasinya dalam program yang dibuat, akan dibahas pada tulisan lain.

Adverstiment

  • Pinout Raspberry Pi 2, 3, and 4

Raspberry Pi versi yang lebih baru (Raspberry Pi 2, 3 dan 4) sama – sama memiliki 40 pin GPIO, sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut

Perhatikan,  26 pin pertama memiliki kesamaan posisi dengan pinout pada Raspberry Pi 1 (Revision 2). Sedangkan 24 pin  berikutnya adalah pinout yang digunakan untuk Raspberry Pi 2 hingga Raspberry Pi 4.

Pin – pin baru tersebut terdiri dari 3 pin ground tambahan dan 11 pin GPIO yang dapat memperluas fungsionalitas Raspberry Pi untuk menangani protokol serial seperti SPI dan I2C

Adverstiment

  • Power Pinout

Versi header manapun yang digunakan,  – apakah itu  Raspberry Pi Model A dan B yang mempunyai header 26 pin ataupun Raspberry Pi model A+, B+, Raspberry Pi 2, 3 dan 4. Semua model tersebut, pasti memiliki pin power 3.3 V dan 5 V.

  • Pin 5 volt : Pin 2 dan 4
  • Pin 3.3 volt : Pin 1 dan 17
  • Pin GND:  6, 9, 14, 20, 30 34

Pin ini dapat dicatu dengan rangkaian catu daya eksternal untuk menghidupkan board Raspberry Pi. Pastikan beda potensial yang digunakan sesuai dengan pin yang akan dihubungkan. Jangan keliru menghubungkan Pin 3.3 V misalnya, dengan catu daya 5 volt, jika tidak ingin merusak Raspberry Pi yang digunakan

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah arus catu daya yang mampu disupplai haruslah sesuai dengan model Raspberry Pi yang digunakan. Sangat direkomendasikan untuk menggunakan rangkaian catu daya yang  minimal mampu menangani arus hingga 3A.

Misalnya, digunakan baterai LiPo 2 sel dengan beda potensial 7.4 V. Maka untuk meregulasi tegangan menjadi 5 volt agar aman untuk dihubungkan dengan pin power 5 volt, baterai tersebut harus terlebih dahulu dihubungkan dengan rangkaian regulator yang mampu menangani arus minimal 3A.

Untuk keperluan tersebut, pembaca dapat menggunakan rangkaian DC Buck Converter, merujuk pada artikel embeddednesia lain yang berjudul Menurunkan Tegangan dengan Arus Maksimal 3A Menggunakan DC Buck Converter

Bersambung ke Bagian 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: