Advertisement

Dioda Zener (Bagian 2)

0 1.862

Dioda zener, seperti namanya, adalah dioda semikonduktor yang diproduksi untuk memiliki reverse breakdown cukup tinggi, yang kemudian kita sebut dengan “tegangan zener”, dan dioda zener dirancang untuk dapat beroperasi terus menerus dalam kondisi breakdown ini. Umumnya dioda zener yang tersedia, memiliki tegangan breakdown (tegangan zener) diantara 1,8 hingga 200V

Simbol skematik untuk dioda zener ditunjukan pada gambar diatas, sangat mirip memang dengan dioda pada umumnya, namun bukan garis strip di ujung segitiga panah melainkan menyerupai huruf z (zener). Zener masih bisa mengalirkan arus ketika forward bias seperti keluarga dioda pada umumnya, tapi ia juga bisa mengalirkan arus pada reverse bias jika tegangan reverse yang terjadi pada dioda zener melebihi dari tegangan kerja/tegangan zener -nya

Gambar diatas adalah contoh penerapan khusus pada dioda Zener dengan tegangan diatas  10 V, dioda Zener (type 1N4740) dipasang secara seri dengan sebuah resistor dan sumber daya  tetap 12 Volt. Nilai resistor diatur sedemikian hingga beberapa mA arus dapat melalui zener, sehingga  dioda zener mendapatkan tegangan minimal (tegangan zener) untuk dapat berfungsi mengalirkan arus secara reverse. Pada rangkaian diatas, ada 10 Volt  tegangan pada dioda zener dan 2 Volt pada resistor. Dengan 2 V melintas  pada resistor 400 ohm, maka arus yang melalui resistor (dan dioda zener secara seri) adalah 5mA.

Begitulah prinsip sederhana penggunaan dari dioda zener, jadi dioda zener menjaga tegangan yang terjadi padanya tetap berada pada tegangan zener (pada 1N4740 tegangan zener-nya adalah 10V), seandainya sumber daya kita ganti diatas 12 Vol, maka tegangan pada dioda zener akan tetap beradap pada kisaran 10Volt, namun tentu arus yang melalui dioda zener-lah yang akan lebih besar diatas 5 mA, dan pada titik terntentu, dioda zener akan rusak jika arus yang melaluinya terlampau besar (silahkan rujuk datasheet untuk mengetahui arus maksimal yang boleh diterima  masing – masing dioda zener)

Pada tulisan berikutnya akan dibahas tentang contoh – contoh pemakaian dioda zener dalam berbagai penerapan rangkaian elektronika.

Bersambung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: