Menggunakan Transistor Sebagai Switch (Bagian 1)
Sebagian besar mikrokontroler bekerja pada lingkungan 5 volt dengan port I/O yang hanya bisa menangani arus hingga 20mA. Sehingga jika kita ingin menghubungkan port I/O mikrokontroler dengan rangkaian yang memiliki tingkat tegangan yang berbeda atau men-drive perangkat yang menarik arus lebih dari 20mA, maka kita memerlukan apa yang disebut sebuah rangkaian antarmuka. Satu metode antarmuka yang populer digunakan adalah Bipolar Junction Transistor (BJT) atau kita bisa memanggilnya dengan sebutan ‘Transistor’ pada tutorial ini. Saya harus menjelaskan agar kalian lebih mengerti pada BJT adalah jenis yang berbeda dengan keluarga transistor yang lain semisal FET (Field Effect Transistor), MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET), VMOS (Vertikal MOSFET) dan UJT (Uni Junction Transistor)
Transistor dan Switch
Transistor sebenarnya bekerja layaknya pemerkuat arus. Semua arus yang mengalir pada terminal basis akan dikalikan terhadap faktor gain dari transistor, yang kemudian dinotasikan hFE. Karena sifatnya itulah, transistor bisa digunakan sebagai amplifier, semua sinyal kecil (arus yang sangat kecil) yang dialirkan pada terminal basis akan dikalikan oleh faktor hFE yang sama dengan arus kolektor pada sisi terminal kolektor
Semua transistor memiliki tiga kondisi operasi
- Kondisi Off: Pada kondisi ini tidak ada arus basis yang mengalir atau IB = 0.
- Kondisi aktif: Pada kondisi ini semua perubahan pada IB akan menyebabkan perubahan pada IC juga atau digambarkan dengan persamaan IC = IB x hFE. Kondisi seperti ini cocok adalah kondisi yang cocok jika kita menggunakan transistor sebagai pemerkuat sinyal (amplifier) karena transistor pada kondisi ini memiliki perilaku yang linier. Sebagai contoh jika kita mempunyai transistor dengan gain 100 dan kita ingin meningkatkan arus IB dari 10 uA hingga 100uA; Maka ini akan menimbulkan IC berubah dari 1000uA menjadi 10000uA (1 mA hingga 10 mA).
- Kondisi saturasi: Pada kondisi ini perubahan apapun pada IB , tidak akan menyebabkan perubahan pada IC sama sekaili atau bisa kita katakan IC hampir mendekati konstan. Kita tidak pernah menggunakan transistor pada kondisi ini sebagai pemerkuat sinyal (Amplifier kelas A) karena sinyal keluaran akan terpotong ketika transistor mengalami saturasi. Nah, kondisi saturasi inilah yang akan dibahas pada sebagian besar tutorial ini 🙂

