Advertisement

ESP8266 atau ESP32. Mana Yang Sebaiknya digunakan?

0 414

Pertanyaan pada  judul artikel ini sudah barang tentu sering ditemui oleh seorang perancang, terutama bagi mereka yang masih pemula. Ketika ia dihadapkan pada dua buat chip, ESP8266 atau ESP32. Mana yang sebaiknya digunakan untuk keperluan project yang akan dibuat? Dalam tulisan ini, embeddednesia akan memberikan panduan praktis untuk anda dapat memilih mana chip yang sebaiknya anda pilih.

  • Sejarah

Pada bulan Agustus 2014, Espressif merilis ESP8266, yang kemudian versi ESP-01 digunakan sebagai Wi-Fi bridge untuk mikrokontroler lain agar terhubung ke jaringan atau Internet.  Sampai kemudian perkembangannya Espressif merilis versi – versi berikutnya yang ternyata memiliki performa jauh lebih baik ketimbang mikrokontroler 8 bit yang biasa digunakan oleh Arduino.

Kemudian pada bulan November di tahun yang sama, SDK untuk ESP8266 resmi dirilis ke publik. Awalnya ESP8266 hanya dapat dijalankan menggunakan perintah ATCommand melalui komunikasi serial. Baru kemudian seorang “hacker” yang bernama Ivan Grokhothov (yang sekarang direkrut oleh Espressif untuk bekerja di perusahaanya), merilis sebuah project yang membuat ESP8266 dapat diprogram dengan Arduino IDE.

Ivan Grokhothov
  • ESP 8266 vs ESP 32 : Spesifikasi

Sebagaimana pernah dibahas embeddednesia pada artikel yang berjudul ESP32, System On Chip Suksesor ESP8266. Sedangkan ESP32 sendiri sebenarnya adalah versi peningkatan dari ESP8266 dengan cara kerja yang hampir serupa, inti prosesornya 32-bit  Xtensa dual-core 160MHz (atau 240MHz bergantung pada model) dengan ultra-low power co-processor, 520KB SRAM, beragam konektor port input/output (I/O) termasuk digital-to-analog converters (DAC), ACD, GPIO, I2C, SPI, inter-IC sound (I2S), UART,  dan juga  Controller Area Network (CAN)

ESP32 juga dilengkai dengan konektivitas bluetooth v4.2 yang terintegrasi dan mendukung Bluetooth Low Energy (BLE). Untuk masalah keamanan, ESP32 dilengkapi fitur cryptographic acceleration, flash encryption, dan booting aman yang membuat ESP32 menjadi platform yang aman guna  membangun project purwarupa IoT.

Adverstiment

Berikut adalah perbandingan spesifikasi antara  ESP8266 dengan ESP32

  • ESP 8266 vs ESP 32 : Development Board

Ada banyak development board yang beredar untuk chip ESP8266. embeddednesia, merekomendasikan board NodeMCU, ada beberapa varian yang tersedia untuk NodeMCU,  pembaca dapat merujuk pada artikel berjudul Mengenal NodeMCU: Pertemuan Pertama

Sedangkan untuk ESP32, ada dua board yang umumnya beredar di pasaran, salah satunya adalah yang dirilis oleh NodeMCU ESP32 seperti gambar berikut

Pembaca dapat membeli modul ESP32 melalui TOKO BEY dengan mengakses halaman pembelian di tautan berikut.  Jika pembaca merasa tulisan ini bermanfaat, pembaca dapat berterimakasih dengan membeli produk di TOKO BEY

Adverstiment

  • ESP 8266 vs ESP 32 : Development Environment

Kedua chip, baik ESP866 dan ESP32 memiliki dukungan cara pemrograman yang serupa, sama – sama dapat diprogram menggunakan ESP-IDF, Arduino IDE ataupun Micropython. Jadi, jika programmer menguasai salah satu cara pemrograman untuk ESP8266, biasanya tidak akan terlalu kesulitan ketika menggunakan ESP32., begitupula sebaliknya. Pembaca dapat merujuk pada seri tulisan tutorial embeddednesia berikut

Sedangkan untuk ESP8266, pembaca dapat mengikuti artikel berikut

- Advertisement -

  • ESP 8266 vs ESP 32 : Harga

Mengenai harga, ESP8266 dibanderol dengan harga yang lebih ekonomis, TOKO BEY menjual board NodeMCU ESP8266 di harga 60.500 rupiah, sementara ESP32 dibanderol di TOKO BEY dengan harga 170.000 rupiah. Tentu  hal ini terkait dengan spesifikasi yang berbeda membuat harga board ESP32 menjadi lebih mahal ketimbang kakaknya ESP8266

Untuk mendapatkan ESP32 ataupun ESP8266, pembaca mengakses halaman pembelian di tautan berikut

  1. NodeMCU Generasi pertama / board v.0.9 (Biasa disebut V1)
  2. NodeMCU Generasi kedua / board v 1.0 (biasa disebut V2)
  3. NodeMCU Generasi ketiga / board v 1.0 (biasa disebut V3 Lolin)
  4. NodeMCU ESP32

 

  • Mana yang sebaiknya dipilih?

Jika project yang ingin dibangun hanya menggunakan konektivitas WI-Fi misalnya, maka menggunakan ESP8266 adalah pilihan yang baik dan menghemat budget dari project. Sedangkan bila project yang dibangun memerlukan bluetooth atau fitur – fitur yang hanya ditemui pada ESP32. Maka gunakanlah ESP32. Pembaca dapat merujuk pada artikel di tautan ini  yang membahas lebih rinci mengenai GPIO pada ESP32

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: