Tutorial NodeMCU – 2: Mengakses NodeMCU

nodemcu-logosSetelah sebelumnya, diulas tentang latar belakang, sejarah hingga berbagai versi board NodeMCU yang beredar di pasaran, kali ini, embeddednesia akan melakukan hands-on terhadap nodeMCU mulai dari mengunggah firmware hingga menguji coba program Lua ke dalam nodeMCU .

Pembaca sudah diasumsikan telah mengikuti tulisan pendahuluan dalam pertemuan pertama serta seri tutorial ESP8266. Jika ternyata anda belum membacanya, silahkan kunjungi terlebih dahulu link berikut

Bill of Material

1. NodeMCU

Pada tutorial kali ini embbedednesia menggunakan nodeMCU v3 Lolin, pembaca bebas menggunakan NodeMCU versi yang mana saja. V1, v2 ataupun V3. Jika pembaca belum memilikinya, bisa mendapatkannya melalui TOKO BEY, di link berikut

2. NodeMCU testing board

Selain NodeMCU, embbedednesia juga menggunakan NodeMCU testing board, sejenis board minimum system  untuk NodeMCU, penggunaan testing board ini nanti sangat membantu dalam eksperimen, karena desain NodeMCU dengan pin – pin ke arah bawah, sehingga kita harus menancapkanya  socket atau bread board.

1058543_a3cd08be-cc0d-4367-90a2-387e5e9df841_800_800

Catatan: NodeMCU testing Board bisa didapatkan di TOKO BEY. Silahkan klik link berikut untuk mengakses halaman pembelian.

3. Breadboard 830 points MB102  dan Modul Catu Daya

Untuk keperluan memasang beberapa komponen, embbeddednesia menggunakan  project board, dengan modul catu daya  MB-102 yang didalamnya terdapat IC  penurun  tegangan yang bisa langsung digunakan pada project board.

35810139_800a90d0-75e3-4288-91c2-eeb6e9b18c9a

Catatan: Paket breadboard dan MB-102 sudah dapat didapatkan di TOKO BEY, klik link berikut untuk mengakses halaman pembelian 

Flashing Firmware

Sebagaimana seri tutorial yang mengulas ESP8266, saat pembaca membeli pertamakali board NodeMCU. ESP-12E yang menjadi inti dari board sudah berisi firmware yang mendukung AT-Command. Untuk membuktikannya, silahkan jalankan serial monitor pada Arduino IDE lalu ketikkan perintah AT+GMR untuk melihat versi firmware yang digunakan.

node-1a

Sebagaimana tulisan embeddednesia sebelumnya, bahwa NodeMCU secara default merujuk pada firmware yang digunakan, baru kemudian project tersebut diperluas untuk perangkat keras. Maka untuk menjadikan board kita benar – benar NodeMCU, diperlukan proses flashing  firmware dimana untuk proses ini akan dibutuhkan dua hal yaitu

  1. File firmware
  2. Tool untuk flashing firmware (Firmware Flasher)

Seiring dengan bertumbuhnya jumlah modul di nodeMCU yang berdampak dan membesarnya ukuran file maka firmware prebuilt yang tersedia situs project resminya sudah dihapus dan digantikan dengan custom firmware. Sehingga untuk mengunduhnya digunakan dua cara, alternatif pertama (cara lama), mengunduh file firmware versi lama di github di sini.  Lalu scroll down ke versi 0.9.6-dev_20150704: Fix documents. Klik nodemcu_float_0.9.6-dev_20150704.bin

node-6

Mengunduh file firmware versi lama

Sedangkan alternatif kedua yang terbaru, sebagaimana dijelaskan adalah mengunduh custom firmware di sini. Lalu check modul – modul yang ingin digunakan, dokumentasi terkait modul – modul yang bersangkutan juga dijelaskan dalam halaman ini. Jika sudah OK, anda tinggal masukan alamat email dan klik Start Your Build, dan firmware yang anda inginkan akan dikirim ke alamat email anda.

node-7a

NodeMCU custom firmware

Ada beberapa cara untuk melakukan flashing firmware, salah satunya seperti yang pernah dibahas pada seri tutorial ESP8266 yaitu menggunakan ESP8266 flasher  atau menggunakan esptool. Namun dalam tutorial kali ini, embeddednesia akan menggunakan NodeMCU flasher yang bisa diunduh di link berikut. Jika pembaca telah memiliki Git yang telah terinstall. Maka cukup masukan perintah di CMD untuk mengunduhnya.

git clone https://github.com/nodemcu/nodemcu-flasher

Setelah pengunduhan selesei. Jalankan file NodeMCU flasher sesuai dengan arsitektur komputer yang digunakan apakah 32 bit atau 64 bit. Sebelumnya, pastikan NodeMCU sudah terhubungan dengan komputer anda via port USB. Jangan lupa untuk menginstal  driver sesuai chip serial yang digunakan.

Pada Menu Config di Aplikasi NodeMCU Firmware Programmer. Atur path dengan path binary dimana file firmware nodemcu tersimpan. Untuk alamat memori flash NodeMcu gunakan 0x00000.

node-2a

Sebelum melakukan flashing, perhatikan pada menu Operation, recheck  kembali apakah posisi Port Serial sudah sesuai dengan yang diinginkan. Klik button Flash untuk memulai proses flashing. Jika proses flashing menunjukan gejala stack (tidak menunjukan perkembangan progress) klik push button FLASH pada hardware nodemcu anda.

node-4a

Tunggu proses  hingga progress bar  menjadi penuh dan muncul tulisan ready di pojok kanan bawah, yang menandakan proses flashing telah selesei dilakukan

Hello Lua

Untuk mengembangkan aplikasi NodeMCU menggunakan bahasa pemrograman Lua salah satu tool yang bisa digunakan adalah ESPlorer yang dapat diunduh di link berikut

node-5b

Setelah aplikasi ESPlorer dijalankan, atur port serial sesuai yang terbaca di device manager, dan baudrate pada nilai 9600 lalu klik Connect. Tunggu beberapa saat hingga tanda “>” muncul di terminal, yang berarti nodemcu siap menerima perintah untuk dijalankan.

Bahasa pemrograman Lua sangat mirip dengan javascript, atau nodejs mulai dari beberapa sintaksnya hingga sifatnya yang merupakan interpreter. Ia dibangun diatas bahasa pemrograman C dan bersifat opensource. Untuk mempelajari lebih lengkap mengenai bahasa pemrograman Lua, bisa diakses situs berikut

Untuk mencetak string pada terminal gunakan perintah

print(“Hello NodeMCU”)

node7

Jika berhasil, pembaca bisa mencoba menggunakan sintaks berikut memasukannya ke dalam intepreter satu pertasatu untuk melihat respon yang dihasilkan. Sintaks berikut bertujuan melakukan manipulasi bit pada port- port NodeMCU, khususnya Port GPIO0

Jika tidak ada masalah pada program yang dijalankan, maka hasilnya akan berjalan seperti video berikut.

Bagaimana? Mudah bukan? Jangan segan – segan menggunakan kolom komentar untuk bertanya jika menemui kesulitan.

Tinggalkan Balasan