Advertisement

Memulai Pemrograman C/C++ Pada Raspberry Pi (Bagian 1)

Mengatur environment untuk memprogram Raspberry Pi menggunakan C/C++

1 3.704

Raspberry Pi adalah Single Board Computer yang memiliki sistem operasi layaknya komputer PC pada umumnya, yang membedakan adalah arsitektur prosesor yang digunakan yaitu ARM, sehingga untuk membangun sebuah perangkat lunak di Raspberry Pi akan memerlukan beberapa penyesuaian dibandingkan ketika programmer membangun perangkat lunak di PC atau komputer pada umumnya.

Biasanya Sistem Operasi yang digunakan oleh Raspberry Pi adalah Linux, yang terpopuler adalah Raspbian. Namun dalam tutorial ini penulis menggunakan Ubuntu Mate. Tapi meskipun begitu jangan kuatir, karena baik Raspbian dan Ubuntu Mate sama – sama distro turunan dari Debian, jadi untuk pemrograman dasar C/C++ tidak akan jauh berbeda karena code dicompile dengan tool yang sama yaitu GCC dan G++

Penulis pernah mengulas bagaimana membangun perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman C/C++ pada sistem operasi Linux Ubuntu. Pembaca dapat menerapkan tutorial tersebut pada environment raspberry pi, sepanjang sama – sama menggunakan sistem operasi Linux.

Lalu, apa yang membedakan ulasan kali ini dengan sebelumnya? Ya, pada ulasan kali ini, penulis akan menunjukkan bagaimana membangun perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman C/C++ dengan cara remote development, dimana programmer akan menulis kode program pada IDE di komputer windows, mengcompile-nya, lalu menjalankannya secara otomatis menggunakan Raspberry Pi.





Apa keuntungan dari pemrograman menggunakan metode remote development pada sistem embedded? Berikut beberapa diantaranya

  1. Kecepatan proses compile, umumnya sistem embedded termasuk pada single board computer seperti raspberry pi memiliki resource yang terbatas sehingga proses kompilasi code menjadi binary sedikit banyak akan terpengaruh, sehingga ketika proses compile dipindahkan ke komputer CPU / Notebook, dampaknya  akan meningkatkan proses tersebut dengan sangat signifikan
  2. Pilihan IDE yang lebih beradab, menggunakan notebook dengan spesifikasi Intel Core I5 misalnya akan memberikan programmer banyak pilihan IDE yang dapat meningkatkan produktivitas programmer secara drastis. Bandingkan jika programmer harus memaksakan diri menggunakan IDE sejenis Eclipse di Raspberry PI? Berapa banyak resource yang harus termakan, baik daya ataupun memori. Dijamin Raspberry Pi megap – megap.
  3. Saat menulis kode software untuk Raspberry Pi, pada PC, programmer tidak perlu terus menerus berada di dekat Raspberry Pi dan membiarkannya menyala berjam – jam lamanya. Raspberry Pi bisa dimatikan, dan hanya dinyalakan untuk menjalankan dan menguji software
  • Raspberry Pi

Raspberry Pi yang penulis gunakan dalam tutorial ini adalah Raspberry Pi 2, dan juga teruji di Raspberry Pi 3. Untuk Raspberry Pi 1, pembaca masih dapat menguji kompatibilitasnya terlebih dahulu, dan jangan lupa bagikan hasilnya pada kolom komentar.

Pastikan Raspberry Pi yang digunakan sudah mendukung koneksi jaringan, entah LAN, ataupun WIFI. Untuk Raspberry Pi 1 dan 2, diperlukan aksesoris tambahan berupa wifi adapter agar Raspberry Pi bisa terkoneksi dengan jaringan Wifi. Sedangkan untuk Raspberry Pi 3 tidak diperlukan tambahan aksesoris adapter sehingga  sudah terdapat fasilitas built in untuk itu.

 

 

Contoh Adapter yang mendukung Raspberry Pi




Jika digunakan Wireless Adapter yang berbasis chip  Ralink Technology, Corp. MT7601U. Pengguna tidak memerlukan instalasi driver tambahan, plug and play langsung bisa dijalankan.Ketikkan lsusb untuk melihat apakah adapter terbaca atau tidak.

Gunakan command ifconfig untuk melihat interface network apa yang sedang aktif

ifconfig

Perhatikan dimana wifi adapter terbaca, biasa pada Raspberry Pi 3. akan terbaca pada wlan0. Namun kadang juga berbeda, penulis pernah menjumpai pada Raspberry Pi 2 dengan adapter wifi MT7601 akan terbaca wlx00e04d04eae1

Agar wifi adapter langsung terhubung dengan jaringan wifi yang diinginkan secara otomatis saat dilakukan booting, maka edit /etc/network/interfaces

$ sudo nano /etc/network/interfaces

Ubahlah menjadi sebagai berikut

matek

Perhatikan, bahwa wpa-ssid diisi dengan nama  SSID wifi yang digunakan, saya menggunakan SSID dengan nama  “RUMAH_EMBEDDED” dan password diisikan pada wpa-password dengan diapit tanda kutip. Save dengan control-Xoverwrite pilih Y, lalu tekan enter.

Jika selesei, reboot raspberry pi, lalu lakukan test ping. Untuk memastikan apakah Raspberry Pi telah terhubung dengan jaringan LAN.

  • Eclipse CDT

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengunduh dan menginstal Eclipse IDE. versi yang digunakan oleh penulis adalah Eclipse Oxygen R3, namun pembaca dapat menggunakan versi terbarunya yaitu Eclipse 2018-09, dapat diunduh di situs resminya.

2
Halaman Unduh Eclipse IDE

Pilih Eclipse IDE for C/C++ Developers. Sesuaikan dengan arsitektur komputer yang pembaca gunakan. Apakah 32 bit atau 64 bit.

Eclipse Launcher

Eclipse IDE didistribusikan dalam bentuk zip. Pengguna hanya perlu mengekstraknya ke direktori yang diinginkan lalu menjalankanya. Setelah splash screen Eclipse muncul beberapa saat, kotak dialog Workspace Launcher akan tampil menanyakan direktori mana yang dipilih untuk menjadi workspace (tempat menyimpan file project) anda. Sesuaikan dengan keinginan anda

  • Plugin Eclipse CDT

Langkah berikutnya setelah Jendela Welcome pada eclipse terbuka adalah menginstall plugin C/C++ Developments Tools SDK yang biasa disebut sebagai Eclipse CDT. Eclipse CDT menyediakan IDE untuk pengembangan C/C++ berbasis platform Eclipse. Fitur – fitur yang dimilikinya termasuk membuat project, mengatur proses build untuk berbagai tool-chain, standard make build, dan berbagai tool yang sangat membantu proses development C/C++

Untuk menginstal CDT, masuk ke menu  Help > Install new Software, hingga kotak dialog install plugin  tampil. Pada drop down Work With, pilih CDT, tunggu beberapa saat hingga Eclipse terhubung ke repositori di Internet, sehingga muncul daftar komponen yang tersedia. Check semua pilihan, lalu klik Next dan ikuti proses instalasinya sampai selesei.

Install CDT
  • Unduh dan Install Toolchain Raspberry Pi

Toolchain Raspberry Pi dapat diunduh di  http://gnutoolchains.com/raspberry/. Penulis menggunakan versi 6.30. File tersebut juga dapat diunduh di link berikut. Klik pada link di bawah ini, jika ingin mengunduh versi yang sama dengan yang digunakan oleh penulis

Setelah  file berhasil diunduh, klik dua kali, dan tunggu hingga tampilan jendela dialog seperti gambar dibawah ini.

Install GNU Toolchain for Raspberry Pi

Pengaturan dapat dibiarkan ke pengaturan default, atau sesuaikan dengan prefernsi. Jangan lupa klik checkbox License Agreement lalu klik button Install

Setelah proses instalasi selesei, restart sistem operasi agar komputer dapat membaca  environment variable yang baru dimana telah ditambahkan toolchain raspberry pi pada Path.Kini environment telah siap digunakan untuk memulai program pertama, hello world menggunakan bahasa pemrograman C/C++ yang akan diulas pada tulisan berikutnya

1 Komentar
  1. […] Memulai Pemrograman C/C++ Pada Raspberry Pi (Bagian 1) […]

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: